Selasa, 07 Februari 2017

pisi beranti lucu/gokil

tokoh:caleg,petani,maling,
Caleg : Kan aku cerdaskan bangsa, untuk Indonesia tercinta. Namun, semuanya bisa kita lakukan jika bersama sama. Karena .....

Petani : Karena uang sudah di lipat di bawah meja, hingga meja pun tak bisa melihatnya. Sudah letih menggarap sawah, hasil tak ada, pajak pun hanya mengenyangkan perut pejabat yang seperti .....

Maling : Monyet, aku terbiasa disebut monyet, panjang tangan dan sebutan indah lainnya. Nyawa menjadi pertaruhan, demi sesuap nasi untuk mengenyangkan.....

Petani : Perut pejabat gendut - gandut, dalam perutnya ada emas rakyat, ada beras petani ada pajak para pedagang kecil... Lihat kami, sengsara merasakan.....

Caleg : Kebahagiaan besar untuk kami, dapat memperjuangkan hak - hak para petani, hak - hak kaum buruh yang tertindas, hak - hak para anak - anak generasi bangsa, untuk para koruptor, akan ku .......

Maling : Biarkan. Walau aku disebut monyet, maling atau apalah. Anak - anakku butuh sesuap nasi, butuh lembaran bergambar soekarno untuk pendidikan nya, hanya sebatas ayam tetangga, aku bisa di.......

Caleg : Hukum mati. Hukum mati. Hukum mati. Untuk mereka yang telah menyembunyikan uang rakyat, mari kita....

Petani : Potong. lalu tinggal di cangkul dan terus seperti itu. Namun pupuk kain naik harganya, adakah para pejabat memikirkan nasib kami para petani, di sini kami terseok - seok diantara tanaman padi di sana mereka....

Maling : Mencuri dengan terpaksa, maafkan aku anak - anakku, sebenarnya tak ingin kucukupkan perut mu, pendidikanmu dengan uang haram. Namun apa daya, pekerjaan sulit didapatkan, harga kian naik, dan hidup terlalu sulit untuk ku. Meski nanti aku ketahuan dan di bunuh oleh mereka yang......

Caleg : Mencuri uang rakyat. 

Puisi Berantai Lucu : 

Pengemen : Dengarkan laguku, lagu tak merdu dari suara yang sayu, diantara batas kota yang terpuruk kudendangkan lagu untuk menemani ......

Preman : Diriku mabuk. Mabuk oleh miras yang tak karuan rasanya. Nikmat sekali....

Ustadz : Dosa - dosa kita seperti pasir. Amat banyak hingga tak terhitung, Hanya Allah lah yang maha pengampun. Pun seperti saya belum tentu masuk syurga, bahkan bisa menjadi penghuni neraka seperti anjing - anjing yang penuh dosa. Mari kita....

Preman : Minum bersama - sama. Aku tak mau sendirian mengecap minuman syurga. Inilah syurga dunia. Inilah....

Pengamen : Lagu yang indah tentangku yang miskin. Yang makan dengan menyanyikan lagu, tanpa masa depan, tanpa....

Ustadz : Iman di dada. Maka kita hanya akan menjadi orang - orang kafir. Sekarang banyak sekali manusia - manusia yang jatuh dalam lubang kenistaan. terseret arus kemunafikan, sehingga mereka lupa bahwa

Preman : Preman juga manusia, kami tersesat tapi kami dibiarkan. Bahkan para ustadz mengatakan kami.....

Pengamen : hanya pengamen jalanan. Hidup tanpa kehormatan. Tak sealim ustadz, tapi dihina serendah bajingan. Kami hanyalah,,,

Ustadz. : Pendosa yang ingin bertaubat. Mari kita bertaubat bersama - sama. Agar tidak sampai....

Preman : Mabuk. Mabuk. Mabuk.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar