myblog
Sabtu, 15 April 2017
Sabtu, 18 Maret 2017
Selasa, 07 Februari 2017
pisi beranti lucu/gokil
tokoh:caleg,petani,maling,
Caleg : Kan aku cerdaskan bangsa, untuk Indonesia tercinta. Namun, semuanya bisa kita lakukan jika bersama sama. Karena .....
Petani
: Karena uang sudah di lipat di bawah meja, hingga meja pun tak bisa
melihatnya. Sudah letih menggarap sawah, hasil tak ada, pajak pun hanya
mengenyangkan perut pejabat yang seperti .....
Maling
: Monyet, aku terbiasa disebut monyet, panjang tangan dan sebutan indah
lainnya. Nyawa menjadi pertaruhan, demi sesuap nasi untuk
mengenyangkan.....
Petani
: Perut pejabat gendut - gandut, dalam perutnya ada emas rakyat, ada
beras petani ada pajak para pedagang kecil... Lihat kami, sengsara
merasakan.....
Caleg
: Kebahagiaan besar untuk kami, dapat memperjuangkan hak - hak para
petani, hak - hak kaum buruh yang tertindas, hak - hak para anak - anak
generasi bangsa, untuk para koruptor, akan ku .......
Maling
: Biarkan. Walau aku disebut monyet, maling atau apalah. Anak - anakku
butuh sesuap nasi, butuh lembaran bergambar soekarno untuk pendidikan
nya, hanya sebatas ayam tetangga, aku bisa di.......
Caleg : Hukum mati. Hukum mati. Hukum mati. Untuk mereka yang telah menyembunyikan uang rakyat, mari kita....
Petani
: Potong. lalu tinggal di cangkul dan terus seperti itu. Namun pupuk
kain naik harganya, adakah para pejabat memikirkan nasib kami para
petani, di sini kami terseok - seok diantara tanaman padi di sana
mereka....
Maling
: Mencuri dengan terpaksa, maafkan aku anak - anakku, sebenarnya tak
ingin kucukupkan perut mu, pendidikanmu dengan uang haram. Namun apa
daya, pekerjaan sulit didapatkan, harga kian naik, dan hidup terlalu
sulit untuk ku. Meski nanti aku ketahuan dan di bunuh oleh mereka
yang......
Caleg : Mencuri uang rakyat.
Puisi Berantai Lucu :
Pengemen
: Dengarkan laguku, lagu tak merdu dari suara yang sayu, diantara batas
kota yang terpuruk kudendangkan lagu untuk menemani ......
Preman : Diriku mabuk. Mabuk oleh miras yang tak karuan rasanya. Nikmat sekali....
Ustadz
: Dosa - dosa kita seperti pasir. Amat banyak hingga tak terhitung,
Hanya Allah lah yang maha pengampun. Pun seperti saya belum tentu masuk
syurga, bahkan bisa menjadi penghuni neraka seperti anjing - anjing yang
penuh dosa. Mari kita....
Preman : Minum bersama - sama. Aku tak mau sendirian mengecap minuman syurga. Inilah syurga dunia. Inilah....
Pengamen : Lagu yang indah tentangku yang miskin. Yang makan dengan menyanyikan lagu, tanpa masa depan, tanpa....
Ustadz
: Iman di dada. Maka kita hanya akan menjadi orang - orang kafir.
Sekarang banyak sekali manusia - manusia yang jatuh dalam lubang
kenistaan. terseret arus kemunafikan, sehingga mereka lupa bahwa
Preman : Preman juga manusia, kami tersesat tapi kami dibiarkan. Bahkan para ustadz mengatakan kami.....
Pengamen : hanya pengamen jalanan. Hidup tanpa kehormatan. Tak sealim ustadz, tapi dihina serendah bajingan. Kami hanyalah,,,
Ustadz. : Pendosa yang ingin bertaubat. Mari kita bertaubat bersama - sama. Agar tidak sampai....
Preman : Mabuk. Mabuk. Mabuk.
puisi anak bangsa
anak bangsa
Datang....
pada sebuah pagi yang dingin
dan sepi...
untuk sebuah masa depan
yang mereka idamkan
Itu dan itu saja...
perlakuan mereka pada dunia
dan...
itu,itu pula
yang dunia berikan untuk mereka
Sebenarnya....
mereka telah tentram
dengan kemiskinannya
dengan kekurangannya...
yang selama ini mereka keluhkan
Mereka hanya bisa bernyanyi
tentang ketentraman dan kesejahteraan
sebagaimana nyanyian anak balita
bukanlah untuk...
nyanyian dan syair kehidupan
yang semestinya untuk diwujudkan
Sabtu, 28 Januari 2017
5pantun cinta paling romantis
Minum jamu sambil berdiri
Diseduh cepat duduk di bangku
Bila hatimu masih sendiri
Berilah tempat untuk diriku
Naek ke atap pakai bikini
Bikini bekas pakein pita
Coba tatap mataku ini
Kan kau dapat seberkas cinta
Naek ke atap pakai bikini
Bikini bekas pakein pita
Coba tatap mataku ini
Kan kau dapat seberkas cinta
Di sana gunung di sini gunung
Tengah-tengahnya pohon jati
Betapa hati sedang bingung
Menunggu jawaban si jantung hati
Bunga disiram takkan layu
Slalu berbunga tanpa jemu
Jangan takut kehilanganku
aku takkan pergi dari sisimu
Diseduh cepat duduk di bangku
Bila hatimu masih sendiri
Berilah tempat untuk diriku
Naek ke atap pakai bikini
Bikini bekas pakein pita
Coba tatap mataku ini
Kan kau dapat seberkas cinta
Naek ke atap pakai bikini
Bikini bekas pakein pita
Coba tatap mataku ini
Kan kau dapat seberkas cinta
Di sana gunung di sini gunung
Tengah-tengahnya pohon jati
Betapa hati sedang bingung
Menunggu jawaban si jantung hati
Bunga disiram takkan layu
Slalu berbunga tanpa jemu
Jangan takut kehilanganku
aku takkan pergi dari sisimu
nasehat agama
assalamualaikum warahmatullah hiwa barokatu
tema:jangan membeda bedakan orang
Orang-orang miskin (dari para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) pernah datang menemui beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu mereka berkata: “Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, orang-orang (kaya) yang memiliki harta yang berlimpah bisa mendapatkan kedudukan yang tinggi (di sisi Allah Ta’ala) dan kenikmatan yang abadi (di surga), karena mereka melaksanakan shalat seperti kami melaksanakan shalat dan mereka juga berpuasa seperti kami berpuasa, tapi mereka memiliki kelebihan harta yang mereka gunakan untuk menunaikan ibadah haji, umrah, jihad dan sedekah, sedangkan kami tidak memiliki harta…”.
Dalam riwayat Imam Muslim, di akhir hadits ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Itu adalah kerunia (dari) Allah yang diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya”.
Dan Keutamaan Orang-orang miskin tergambar dalam hadits berikut:
“Ya Allah, hidupkanlah aku dalam keadaan miskin, matikanlah aku dalam keadaan miskin dan kumpulkanlah aku bersama dengan orang-orang miskin pada hari kiamat”. ‘Aisyah berkata, “Mengapa –wahai Rasulullah- engkau meminta demikian?” “Orang-orang miskin itu masuk ke dalam surga 40 tahun sebelum orang-orang kaya. Wahai ‘Aisyah, janganlah engkau menolak orang miskin walau dengan sebelah kurma. Wahai ‘Aisyah, cintailah orang miskin dan dekatlah dengan mereka karena Allah akan dekat dengan-Mu pada hari kiamat”, jawab Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam (HR. Tirmidzi no. 2352. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih). Lihatlah bagaimana sampai Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam mendorong ‘Aisyah untuk mencintai dan dekat dengan orang miskin. Karena keutamaannya, seseorang akan semakin dekat dengan Allah pada hari kiamat. Namun patut diingat, Mencintai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka, yaitu dengan membantu dan menolong mereka. Jadi bukan hanya sekedar dekat dengan mereka.
naskah drama anak sekolah
Penokohan
Contoh teks drama anak sekolah ini bisa dimulai dengan sebuah perbincangan cukup hangat mengenai kenaikan uang SPP yang akan diberlakukan pihak sekolah :
Pagi di ruang kelas yang cukup cerah.
Neneng : “ Ir,kamu sudah dengar belum mengenai rencana kenaikan SPP di sekolah kita?”
Irma :” Iya sih dengar dengar dari siswa kelas Sebelas kemarin katanya pihak OSIS sudah diajak
berbicara tapi kurang tau juga karena kepala sekolah kan belum memberi pengumuman secara resmi”.
Neneng :” kamu setju tidak dengan rencana tersebut?”
Irma :” Ya,bagaimana baiknya sajalah soalnya kan sekolah juga mungkin sudah
Memikirkan rencana dengan matang”
Neneng :” kalo aku sih kurang setuju Ir soalnya saat ini kan orang tua kita sedang mumet dengan masalah kenaikan BBM,masa sekarang kita memberatkan mereka dengan masalah kenaikan SPP juga,itumah keterlaluan namanya,bisa bisa aku di cap anak durhaka pada orang tua ha,,ha,,ha.
( Tiba tiba datang Mahmud yang kelihatannya sangat serius,terlihat dari raut mukanya yang sangat datar dengan alis berkerut,ditambah kacamata minusnya yang semakin melorot )
Neneng : “ Duh pak ketua OSIS kita koq Nampaknya sedang banyak masalah saat ini,ada apa sih
Mud kayak serius banget “
Mahmud :” Iya nih Neng,anak anak pada ngajak demo ke pihak sekolah untuk tidak jadi menaikkan
SPP,bingung aku jadinya”
Neneng : “Serius Mud? Kalo mau demo aku juga mau ikut soalnya ini menjadi masalahku
juga,mudah mudahan aja pihak sekolah mau mendengar aspirasi kita sebagai siswa”
Mahmud : “Kamu ini Neng malah tambah puyeng kepalaku,aku kemarin dipanggil kepsek untuk
menjembatani siswa dan pihak sekolah tentang rencana ini bukan malah jadi provokator
Irma : “Jadi jembatan Mud? He..he sulit dong”( Irma menyela pembicaraan sambil sedikit
bercanda )
Mahmud :” kamu ini Ir gimana nih sekarang menurut mu,apa yang harus aku lakukan?”
Irma :” Lebih baik kamu ajak bicara dulu anak anak,kalau perlu buat forum untuk mediasi
antara pihak sekolah dan anak anak,biar pihak sekolah bisa menjelaskan rencana mereka dan anak akan bisa memahami semuanya”
Mahmud :” Bagus juga ide kamu itu Ir,aku mau secepatnya buat rencana mediasi ini agar anak
anak tidak tegang terus.udah ya aku mau cabut dulu”
Irma dan Neneng :” Ya semoga sukses selalu Mud!”
Setelah Mahmud keluar dari kelas datang juga Rudy yang masih sibuk dengan handphone di tangannya.
Neneng :”kamu tidak ikut demo Ko?”
Rudy :” Demo SPP itu ya Neng? Ah males aku. Bagiku kenaikan SPP bukan masalah asal tidak
terlalu besar dan jelas peruntukkannya,iya tidak?”
Neneng :’’Bingung juga aku, Ko di satu sisi aku tak mau SPP naik tapi di pikir pikir bisa juga
diterima rencana sekolah itu ya?”
Irma :”Sudah lah Neng pantau aja terus berita selanjutnya,kalo malah ikutan demo kita jadi
tidak membereskan masalah tapi menambah masalah. Pihak sekolah juga pasti akan menjelaskan pada anak anak mengenai rencana tersebut buat kebaikan kitajuga mungkin”
Ketika mereka masih terlibat pembicaraan serius mengenai rencana kenaikan SPP,datang Lukman dengan memasang muka yang tampak lebih serius dari Mahmud.
Neneng :”Ini dia orator sejati kita,gimana Man,jadi demonya?”
Lukman :”Belum ada persetujuan juga nih dari OSIS malah barusan si Mahmud ngajak
konsultasi sama pihak sekolah katanya biar jelas informasinya jadi tidak perlu demo”
Irma :”Iya man mending juga kamu turutin kata Mahmud, untuk kebaikan kita juga biar
tidak mengganggu stabilitas sekolah dan kegiatan belajar tidak terhambat!”
Rudy :”Setuju Man lebih baik begitu, kalo demo nanti malah akan ada provokator,bisa
runyam”
Lukman yang orang batak ini manggut manggut setuju dengan masukan teman temannya.
- Irma Mutiara : Seorang siswi berprestasi yang tak pernah membuat masalah di sekolah
- Lukman Hasibuan : Siswa dari tanah batak yang cukup tegas memegang prinsip
- Rudy liok : Dipanggil Koko,seorang siswa etnis China yang cukup santai pembawaannya
- Neneng Kartini : Siswi yang berasal dari daerah Sunda
- Laode Mahmud : Berasal dari tanah Makasar,berperangai cukup gentlemen dan menjadi ketua OSIS di sekolah.
Contoh teks drama anak sekolah ini bisa dimulai dengan sebuah perbincangan cukup hangat mengenai kenaikan uang SPP yang akan diberlakukan pihak sekolah :
Pagi di ruang kelas yang cukup cerah.
Neneng : “ Ir,kamu sudah dengar belum mengenai rencana kenaikan SPP di sekolah kita?”
Irma :” Iya sih dengar dengar dari siswa kelas Sebelas kemarin katanya pihak OSIS sudah diajak
berbicara tapi kurang tau juga karena kepala sekolah kan belum memberi pengumuman secara resmi”.
Neneng :” kamu setju tidak dengan rencana tersebut?”
Irma :” Ya,bagaimana baiknya sajalah soalnya kan sekolah juga mungkin sudah
Memikirkan rencana dengan matang”
Neneng :” kalo aku sih kurang setuju Ir soalnya saat ini kan orang tua kita sedang mumet dengan masalah kenaikan BBM,masa sekarang kita memberatkan mereka dengan masalah kenaikan SPP juga,itumah keterlaluan namanya,bisa bisa aku di cap anak durhaka pada orang tua ha,,ha,,ha.
( Tiba tiba datang Mahmud yang kelihatannya sangat serius,terlihat dari raut mukanya yang sangat datar dengan alis berkerut,ditambah kacamata minusnya yang semakin melorot )
Neneng : “ Duh pak ketua OSIS kita koq Nampaknya sedang banyak masalah saat ini,ada apa sih
Mud kayak serius banget “
Mahmud :” Iya nih Neng,anak anak pada ngajak demo ke pihak sekolah untuk tidak jadi menaikkan
SPP,bingung aku jadinya”
Neneng : “Serius Mud? Kalo mau demo aku juga mau ikut soalnya ini menjadi masalahku
juga,mudah mudahan aja pihak sekolah mau mendengar aspirasi kita sebagai siswa”
Mahmud : “Kamu ini Neng malah tambah puyeng kepalaku,aku kemarin dipanggil kepsek untuk
menjembatani siswa dan pihak sekolah tentang rencana ini bukan malah jadi provokator
Irma : “Jadi jembatan Mud? He..he sulit dong”( Irma menyela pembicaraan sambil sedikit
Mahmud :” kamu ini Ir gimana nih sekarang menurut mu,apa yang harus aku lakukan?”
Irma :” Lebih baik kamu ajak bicara dulu anak anak,kalau perlu buat forum untuk mediasi
antara pihak sekolah dan anak anak,biar pihak sekolah bisa menjelaskan rencana mereka dan anak akan bisa memahami semuanya”
Mahmud :” Bagus juga ide kamu itu Ir,aku mau secepatnya buat rencana mediasi ini agar anak
anak tidak tegang terus.udah ya aku mau cabut dulu”
Irma dan Neneng :” Ya semoga sukses selalu Mud!”
Setelah Mahmud keluar dari kelas datang juga Rudy yang masih sibuk dengan handphone di tangannya.
Neneng :”kamu tidak ikut demo Ko?”
Rudy :” Demo SPP itu ya Neng? Ah males aku. Bagiku kenaikan SPP bukan masalah asal tidak
terlalu besar dan jelas peruntukkannya,iya tidak?”
Neneng :’’Bingung juga aku, Ko di satu sisi aku tak mau SPP naik tapi di pikir pikir bisa juga
diterima rencana sekolah itu ya?”
Irma :”Sudah lah Neng pantau aja terus berita selanjutnya,kalo malah ikutan demo kita jadi
tidak membereskan masalah tapi menambah masalah. Pihak sekolah juga pasti akan menjelaskan pada anak anak mengenai rencana tersebut buat kebaikan kitajuga mungkin”
Ketika mereka masih terlibat pembicaraan serius mengenai rencana kenaikan SPP,datang Lukman dengan memasang muka yang tampak lebih serius dari Mahmud.
Neneng :”Ini dia orator sejati kita,gimana Man,jadi demonya?”
Lukman :”Belum ada persetujuan juga nih dari OSIS malah barusan si Mahmud ngajak
konsultasi sama pihak sekolah katanya biar jelas informasinya jadi tidak perlu demo”
Irma :”Iya man mending juga kamu turutin kata Mahmud, untuk kebaikan kita juga biar
tidak mengganggu stabilitas sekolah dan kegiatan belajar tidak terhambat!”
Rudy :”Setuju Man lebih baik begitu, kalo demo nanti malah akan ada provokator,bisa
runyam”
Lukman yang orang batak ini manggut manggut setuju dengan masukan teman temannya.
Langganan:
Postingan (Atom)