Sabtu, 21 Januari 2017

cerpen anak kancil dan buaya

judul:kancil dan buaya

kategori:anak-anak

diterbitkan:sapto purwanto  


di kisahkan,
  
di sebuah tepi hutan terdapat seekor kancil yang sangat cerdas. Ia hidup di 

hutan bersama hewan-hewan lainnya. Si Kancil selalu mencari makan.ditepi

sungai. Pada suatu saat ia merasa sangat lapar. Kemudian si Kancil bergagas 

pergi untuk mencari makan. Setibanya di tepi sungai ia melihat sebuah pohon 

 rambutan yang sangat rimbun di seberang sungai. Si Kancil berniat ingin 

mengambil buah rambutan tersebut, tetapi di dalam sungai terdapat banyak 

 buaya yang sedang mengintai kancil. Kemudian para buaya berkata “Hey 

kancil apakah kau sudah bosan dengan hidupmu sehingga kau datang 

kemari?”. “Eh… tidak. Aku kesini untuk menyampaikan undangan kepada 

kalian”. jawab kancil. Kemudian para buaya terkejut mendengar perkataan si 

kancil. “Undangan apa?”. Lalu kancil menjawab pertanyaan para buaya dengan 

santai. “Minggu depan raja Sulaiman akan merayakan sebuah pesta dan kalian 

semua diundang dalam acara tersersebut”. “Pesta…?” timpal para buaya 

dengan mulut menganga. “Iya pesta. Disana terdapat banyak makanan. Ada 

daging rusa, daging kerbau dan daging gajah pun juga ada. “Aaaaakh, pasti 

kau berbohong. Kali ini kau tidak bisa menipu kami lagi”. “Eh tidak-tidak, kali 

ini aku serius”. jawab kancil untuk meyakinkan para buaya. “Apa kau yakin…?” 

Tanya para buaya dengan perasaan khawatir akan ditipu kancil. “Iya yakin” 

jawab kancil. “Baiklah kali ini aku percaya kepadamu” Ujar para buaya. “Nah, 

sekarang kalian berbarislah dengan rapi, aku akan menghitung berapa jumlah 

semua buaya yang ada di dalam sungai ini”. Kemudian para buaya berbaris 

dengan rapi, berharap mereka semua akan mendapatkan makanan yang sama 

rata. Kancil pun mulai menghitung satu persatu buaya yang ada dalam sungai 

terebut. Setelah sampai di punggung buaya terakhir, kancil langsung 

melompat ke tepian sungai. Kemudian setelah itu ada seekor tupai yang 

 berkata “Pesta itu sudah dirayakan minggu lalu, bukan minggu depan. Ha ha 

ha!”. Setelah mendengar perkataan tupai, mereka pun merasa tertipu dan 

sangat marah. Melihat para buaya yang tengah marah, Si kancil malah 

cengengesan dan menjulurkan lidahnya ke depan. Kemudian kancil bergegas 

 pergi dari tepi sungai, dan menuju pohon rambutan yang berbuah lebat itu. 

Akhirnya kancil dapat makan buah rambutan yang dia inginkan.


selesai

Tidak ada komentar:

Posting Komentar