judul:kancil dan buaya
kategori:anak-anak
diterbitkan:sapto purwanto
di kisahkan,
di sebuah tepi hutan terdapat seekor kancil yang sangat cerdas. Ia hidup di
hutan bersama hewan-hewan lainnya. Si Kancil selalu mencari makan.ditepi
sungai. Pada suatu saat ia merasa sangat lapar. Kemudian si Kancil bergagas
pergi untuk mencari makan. Setibanya di tepi sungai ia melihat sebuah pohon
rambutan yang sangat rimbun di seberang sungai. Si Kancil berniat ingin
mengambil buah rambutan tersebut, tetapi di dalam sungai terdapat banyak
buaya yang sedang mengintai kancil. Kemudian para buaya berkata “Hey
kancil apakah kau sudah bosan dengan hidupmu sehingga kau datang
kemari?”. “Eh… tidak. Aku kesini untuk menyampaikan undangan kepada
kalian”. jawab kancil. Kemudian para buaya terkejut mendengar perkataan si
kancil. “Undangan apa?”. Lalu kancil menjawab pertanyaan para buaya dengan
santai. “Minggu depan raja Sulaiman akan merayakan sebuah pesta dan kalian
semua diundang dalam acara tersersebut”. “Pesta…?” timpal para buaya
dengan mulut menganga. “Iya pesta. Disana terdapat banyak makanan. Ada
daging rusa, daging kerbau dan daging gajah pun juga ada. “Aaaaakh, pasti
kau berbohong. Kali ini kau tidak bisa menipu kami lagi”. “Eh tidak-tidak, kali
ini aku serius”. jawab kancil untuk meyakinkan para buaya. “Apa kau yakin…?”
Tanya para buaya dengan perasaan khawatir akan ditipu kancil. “Iya yakin”
jawab kancil. “Baiklah kali ini aku percaya kepadamu” Ujar para buaya. “Nah,
sekarang kalian berbarislah dengan rapi, aku akan menghitung berapa jumlah
semua buaya yang ada di dalam sungai ini”. Kemudian para buaya berbaris
dengan rapi, berharap mereka semua akan mendapatkan makanan yang sama
rata. Kancil pun mulai menghitung satu persatu buaya yang ada dalam sungai
terebut. Setelah sampai di punggung buaya terakhir, kancil langsung
melompat ke tepian sungai. Kemudian setelah itu ada seekor tupai yang
berkata “Pesta itu sudah dirayakan minggu lalu, bukan minggu depan. Ha ha
ha!”. Setelah mendengar perkataan tupai, mereka pun merasa tertipu dan
sangat marah. Melihat para buaya yang tengah marah, Si kancil malah
cengengesan dan menjulurkan lidahnya ke depan. Kemudian kancil bergegas
pergi dari tepi sungai, dan menuju pohon rambutan yang berbuah lebat itu.
Akhirnya kancil dapat makan buah rambutan yang dia inginkan.
selesai
Tidak ada komentar:
Posting Komentar